Loading...
FikihMuamalahTanya Jawab

Souvenir Hewan Yang Diawetkan

Pertanyaan

Ustadz, bolehkah berjualan souvenir yang bahan bakunya adalah hewan yang diawetkan, seperti burung elang, tupai, kelinci, dan lain sebagainya? Terima kasih atas jawabannya.  (Farhan—Solo)

 

Jawaban

Hukum menjual barang mengikuti hukum halal-haramnya barang yang diperjualbelikan. Jika haram, maka memperjualbelikannya pun haram.

Hewan yang diawetkan ada dua macam. Hewan yang haram dimakan, seperti babi, anjing, burung elang, dan sebagainya. Hewan yang haram dimakan ini jika mati menjadi bangkai, dan Islam melarang memperjualbelikan bangkai. Maka dari itu, haram hukumnya mengawetkan hewan-hewan yang haram dimakan lalu memperjualbelikannya.

Kedua, hewan-hewan yang halal dimakan, seperti ayam, kelinci, ikan dan lain sebagainya. sapi, kambing, belalang, ikan, hewan-hewan laut, dan sebagainya. Hewan-hewan yang halal dimakan ini—jika harus disembelih agar halal dikonsumsi, setelah disembelih secara syar’i—boleh diawetkan dan boleh pula diperjualbelikan. Hal itu karena hewan tersebut mati dalam keadaan suci, tidak menjadi bangkai.

Jika hewan-hewan ini mati tanpa disembelih secara syar’i, statusnya menjadi bangkai, haram dimakan, dan haram pula diawetkan untuk diperjualbelikan.

Untuk binatang laut seperti ikan, udang, kepiting, dan lain sebagainya, tidak ada keraguan, boleh diawetkan dan diperjualbelikan. Wallahu a’lam. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Terlewatkan