Loading...
Tanya JawabTazkiyah

Memilih Rumah Makan

Pertanyaan

Kami sekeluarga membiasakan diri untuk tidak membeli makanan di sebarang rumah makan. Kami memilih yang benar-benar terjamin kehalalannya. Kami dapat melakukan hal ini di kota tempat kami tinggal dengan cara menyelidiki latar belakang keislaman para penjual/ pemilik rumah makan. Kami mendapati masalah saat kami bepergian jauh. Bolehkah kami mampir dan makan di sebarang rumah makan dengan melihat menu yang dihidangkan (tidak mengandung arak dan babi), meskipun yang berjualan tidak menutup aurat yang menandakan islamnya kurang bagus? ( Azhad—Ngawi )

Jawaban

Bersikap hati-hati dalam menjalani hidup adalah perbuatan terpuji. Salah satunya adalah dengan memastikan hanya mengonsumsi makanan yang halal, baik zat maupun bagaimana kita mendapatkannya. Yang demikian ini lebih dianjurkan lagi apabila di suatu daerah banyak orang yang curang dan tidak peduli kepada halal-haram lagi. Banyak bangkai diperjualbelikan, misalnya.

Adapun bila kita berada di tempat yang baru, seperti saat kita bepergian, menghukumi lahir para pedagang—para penjual dan pelayan perempuan menutup aurat—dan melihat langsung suasana di rumah makan: apakah di situ dijual arak, masakan yang mengandung babi, dan bahan-bahan haram lainnya cukup. Digantungkannya berbagai kaligrafi petikan ayat atau hadits, biasa dilakukan oleh para pemilik rumah makan untuk memberi isyarat bahwa mereka muslim dan hanya menjual makanan-minuman halal. Jika kita ragu, tidak mengapa kita menanyakannya secara langsung kepada penjual atau pelayannya, apakah mereka hanya menjual makanan-minuman halal. Tentu saja mesti didahului dengan memohon maaf terlebih dahulu, agar tidak tersinggung. Wallahu a’lam. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Terlewatkan