Loading...
FikihMuamalah

Kredit Tepat Bayar Cicilan

Pertanyaan

Saya salah seorang pembaca Hujjah, ingin mengajukan pertanyaan. Bagaimana hukum orang mengambil kredit motor? Saya pernah dengar ada yang bilang riba jadi tidak boleh. Tapi ada yang bilang boleh asal jangan telat bayarnya karena jika telat biaya denda telatnya merupakan riba. Mohon jawabannya. (Muslim—0857136213xx)

Jawaban

Jual beli secara kredit tidak semua mengandung riba. Hanya, kebanyakan penjual secara kredit di negeri ini memberlakukan sistem ribawi. Mereka menjatuhkan denda atas keterlambatan membayar cicilan. Denda inilah yang dikategorikan riba oleh para ulama, baik zaman dahulu maupun kontemporer.

Jika ada yang berpandangan, boleh membeli secara kredit meskipun dalam aturannya ada klausul pembeli siap didenda apabila terlambat membayar cicilan, dengan catatan bisa menjamin tidak terlambat, maka sesungguhnya jaminan itu tidaklah sebenar-benar jaminan. Sebab, setiap pegawai tetap sebuah instansi— apa pun itu, tidak ada yang aman dari PHK. Maka tidak ada jaminan akan selalu dapat membayar tepat waktu, meskipun sepakat untuk dilakukan autodebet.

Lain daripada itu, kesepakatan untuk diberlakukannya klausul ribawi adalah sebentuk kerelaan terhadapnya. Wallahu a’lam. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Terlewatkan