Loading...
Tazkiyah

Hakikat Amal Hati

Setelah hati kita meyakini banyak hal yang diperintahkan oleh Allah—yang itu adalah kata hati, unsur iman yang mesti kita pastikan ada dan jaga adalah amal hati. Ada banyak amal hati, di antara yang terbesar adalah:

1. Mahabbatullah atau mencintai Allah
Mencintai Allah adalah pangkal dari penghambaan kita kepada Allah. Jika tidak ada rasa cinta di hati kita kepada Allah, sejatinya kita tidak atau belum menghamba kepada-Nya. Ya, meskipun banyak amal kita kerjakan. Oleh karena itu mari kita tanya dan kita cari: adakah rasa cinta kita kepada Allah.

Di antara ayat-ayat yang berbicara tentang cinta kepada Allah adalah: Ali ‘Imran: 31, Al-Maidah: 54, dan At-Taubah: 24.

2. Khauf minallah atau takut kepada Allah
Selain raja`, khauf adalah amal hati yang harus ada pada diri seorang yang bertauhid. Para ulama menjelaskan, cinta seorang hamba kepada Allah harus disertai dengan keduanya. Rasa takut kepada Allah akan membuat seseorang berhati-hati, jangan sampai melanggar larangan-Nya atau abai terhadap perintah-Nya. Sebab sanksi atas keduanya berat sekali. Dibakar di neraka. Bisa selama-lamanya.

Di antara ayat-ayat yang berbicara tentang khauf kepada Allah adalah: Al-Baqarah: 150, Ali ‘Imran: 175, An-Nahl: 50, Al-Ahzab: 39, dan As-Sajdah: 16.

3. Raja`ullah atau mengharapkan Allah
Seorang yang banyak berbuat dosa, sudah terlanjur bergelimang dengannya, sangat mungkin akan berputus asa dari rahmat Allah. Ini adalah suatu kekeliruan. Sebab, jika ia mau bersungguh-sungguh dalam memohon ampun kepada Allah, pasti Dia akan memberikan ampunan. Seseorang harus selalu penuh harap kepada Allah.

Begitu juga dengan kita yang telah beramal ibadah kepada-Nya. Meskipun dalam mengerjakannya, ada banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan, selama itu sudah merupakan usaha maksimal dari kita, kita tetap boleh—bahkan harus—mengharapkan Allah. Mengharapkan rahmat-Nya. Mengharapkan ridha-Nya. Mengharapkan janna-Nya.

Di antara ayat-ayat yang berbicara tentang raja` adalah: Al-Baqarah: 218, Al-Isra`: 57, Az-Zumar: 9 dan 53, serta Al-Ahzab: 21.
[Bersambung—Imtihan Syafi’i, 21 Dzulhijjah 1438 H]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Terlewatkan